Waktu Bagian Indramayu

Kontak Admin

Daftar Pengunjung

My Foto

making a gif
picasion making a gif tutorial
Ade Putra. Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Jumat, 04 Maret 2011

Model Pembelajaran Aktif Tipe The Power Of Two

A. Pengertian Model Pembelajaran

Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran Trianto (2007:3).

Istilah model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas dari pada strategi, metode, atau prosedur. Model pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yang tidak dimiliki oleh strategi, metode, atau prosedur. Ciri-ciri tersebut adalah: (1) rasional teoretiklogis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya; (2) landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar (tujuan pembelajaran yang akan dicapai); (3) tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersebut dapat dilaksanakan dengan berhasil; (4) lingkungan belajar yang diperlukan agar tujuan pembelajaran itu dapat tercapai Kardi dan Nur (dalam Trianto, 2007:5).

B. Pembelajaran Aktif (Active Learning)
Pembelajaran aktif (active learning) adalah proses belajar dimana siswa mendapat kesempatan untuk lebih banyak melakukan aktivitas belajar, berupa hubungan interaktif dengan materi pelajaran sehingga terdorong untuk menyimpulkan pemahaman dari pada hanya sekedar menerima pelajaran yang diberikan.
Menurut Bonwell (1995), pembelajaran aktif memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
1. Penekanan proses pembelajaran bukan pada penyampaian informasi oleh pengajar melainkan pada pengembangan ketrampilan pemikiran analitis dan kritis terhadap topik atau permasalahan yang dibahas

2.Siswa tidak hanya mendengarkan pelajaran secara pasif tetapi mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan materi pelajaran

3. Penekanan pada eksplorasi nilai-nilai dan sikap-sikap berkenaan dengan materi pelajaran

4. Siswa lebih banyak dituntut untuk berpikir kritis, menganalisa dan melakukan evaluasi

5. Umpan-balik yang lebih cepat akan terjadi pada proses pembelajaran

C. Model The Power of Two

Model The Power Of Two berarti menggabungkan kekuatan dua kepala. Menggabungkan dua kepala dalam hal ini adalah membentuk kelompok kecil, yaitu masing-masing siswa berpasangan. Kegiatan ini dilakukan agar munculnya suatu sinergi yakni dua kepala lebih baik dari satu (Silberman, 2006:173).

Menurut Mafatih yang dikutip (Ramadhan, 2009:1), "Model belajar kekuatan berdua (the power of two) termasuk bagian dari belajar kooperatif adalah belajar dalam kelompok kecil dengan menumbuhkan kerja sama secara maksimal melalui kegiatan pembelajaran oleh teman sendiri dengan anggota dua orang di dalamnya untuk mencapai kompentensi dasar". Lebih lanjut Muqowin yang dikutip (Ramadhan, 2009:1) mengatakan, "Model belajar kekuatan berdua (The Power of Two) adalah kegiatan dilakukan untuk meningkatkan belajar kolaboratif dan mendorong munculnya keuntungan dari sinergi itu, sebab dua orang tentu lebih baik daripada satu".

Prosedur model pembelajaran ini sebagai berikut:
1. Guru memberi peserta didik satu atau lebih pertanyaan yang membutuhkan refleksi dan pikiran.

2. Guru meminta peserta didik untuk menjawab pertanyaan sendiri-sendiri

3. Setelah semua melengkapi jawabannya, guru membentuk siswa ke dalam pasangan dan meminta mereka untuk berbagi (sharing) jawabannya dengan jawaban yang dibuat teman yang lain.

4. Guru meminta pasangan tadi untuk membuat jawaban baru untuk masing-masing pertanyaan dengan memperbaiki respons masing-masing individu.

5. Ketika semua pasangan selesai menulis jawaban baru, guru membandingkan jawaban dari masing-masing pasangan ke pasangan yang lain.
Menurut Sanaky (dalam Ramadhan, 2009), penerapan model belajar Kekuatan Berdua (The Power of Two) dengan langkah-langkah atau prosedur yang dilakukan guru sebagai berikut:
1. Langkah pertama, membuat problem. dalam proses belajar, guru memberikan satu atau lebih pertanyaan kepada peserta didik yang membutuhkan refleksi (perenungan) dalam menetukan jawaban.

2. Langkah kedua, guru meminta peserta didik untuk merenung dan menjawab pertanyaan sendiri-sendiri.

3. Langkah ketiga, guru membagi perserta didiik berpasang-pasangan. Pasangan kelompok ditentukan menurut daftar urutan absen atau bisa juga diacak. Dalam proses belajar setelah semua peserta didik melengkapi jawabannya, bentuklah ke dalam pasangan dan mintalah mereka untuk berbagi (sharing) jawaban dengan yang lain.

4. Langkah keempat, guru meminta pasangan untuk berdiskusi mencari jawaban baru. Dalam proses belajar, guru meminta siswa untuk membuat jawaban baru untuk masing-masing pertanyaan dengan memperbaiki respon masing-masing individu.

5. Langkah kelima, guru meminta peserta untuk mendiskusikan hasil sharingnya. Dalam proses pembelajaran, siswa diajak untuk berdiskusi secara klasikal untuk membahas permasalahan yang belum jelas atau yang kurang dimengerti. Semua pasangan membandingkan jawaban dari masing-masing pasangan ke pasangan yang lain. Untuk mengakhiri pembelajaran guru bersama-sama dengan peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran.

Agar pelaksanaannya dapat menghemat waktu perlu adanya variasi-variasi yaitu menentukan pertanyaan tertentu untuk pasangan tertentu. Ini lebih baik daripada tiap pasangan menjawab semua pertanyaan (Silberman, 2006).

DAFTAR PUSTAKA
Bonwell, C.C. (1995). Active Learning: Creating excitement in the classroom. Center for Teaching and Learning, St. Louis College of Pharmacy
Ramadhan, T. (2009). Strategi Belajar Kekuatan Berdua (The Power of Two) dalam Pembelajara Matematika. http://tarmizi.wordpress.com. (30 Juni 2010).
Silberman, M. (2006). Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif, (terjemahan Raisul Muttaqien) Bandung : Nusamedia.
Trianto. (2007). Model Pembelajaran Terpadu Dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Prestasi Pustaka.

8 komentar:

dheri mengatakan...

Asslkum,,Kak apa keuntungan atau kekuatan dari metode the power of two ini KAK,,tolong di bls ya Kak,,trimakasih,,

Ade Putra mengatakan...

walaikumsalam,..keuntunganya siswa bisa berkerjasama dalam kelompok kecil?

tiara mengatakan...

Assalamu'alaykum..maaf bisa tlg sdkit djelaskan tentang perbedaan dr metode think pair share dengan metode the power of two?
mohon balasannya yaa.. krn mnjadi bahan untuk skripsi saya..
terima kasih...

Ade Putra mengatakan...

walaikumsalam,..perbedaanya metode the power of two dan metode TPS adalag klo metode TPS tidak adanya langkah ke 2 dan ke 5 yang ada pada metode the power of two

Nopie mengatakan...

Asslmkum...
maaf.... sblum nya, saya mau tanya...
bagaimana hasil dari penelitian ini utk bidang matematika...
klo bisa, gmn cara nya tuk mndapat skripsi penelitian The Power of Two??
saya perlu untuk bahan skripsi saya...
mohon bantuannya
trima kasih

Ade Putra mengatakan...

walaiklumsalam,..
untuk hasilnya tergantung kita penelitianya gmn, klo menurut ak hasil penelitianya itu berpengaruh terhadap prestasi belajar mtk?
y baca aja artikel the power of two pny saya, smg bisa membantu

didi mengatakan...

hallo kak..blh nanya ndg,,
1.Tujuan,
2.Kelebihan,dan Kekurangan strategi the power of two?
3.serta Sumbernya dari the power of two dari mana ??
thnks sblmnya..

Rosenta Banjar Nahor mengatakan...

cocoknya strategi the power of two ini digunakan untuk mateteri apayach ???

Search

Memuat...

Profil

Foto Saya
Ade Putra
Indramayu, Jawa Barat, Indonesia
Guru TKJ
Lihat profil lengkapku

GNR-Don't Cry

Free Music Sites
Free Music Online

free music at divine-music.info